Showing posts with label Pulau Jeju. Show all posts
Showing posts with label Pulau Jeju. Show all posts

Sunday, April 3, 2016

pantai Yongmeori



Di Yongmeori yang berlekuk-lekuk akibat abrasi melalui retakan pada batuan, menghasilkan celah-celah batu yang eksotik.Tidak salah jika tempat ini dipilih sebagai salah satu lokasi film drama Korea ‘Danjeokbiyeonsu’ atau ‘Chuno’ yang mengharu biru penggemarnya di seluruh Asia Timur. Satu tempat lagi, Songaksan yang berada di selatan Yongmeori tetapi tidak sempat dikunjungi, merupakan tempat lokasi drama ‘Daejanggeum’ yang meledak dahsyat di televisi Indonesia, mengaduk-aduk perasaan penonton yang umumnya ibu-ibu.Wajar karena drama itu menceritakan tentang seorang wanita ahli obat istana yang terzholimi akibat intrik di istana hingga terbuang ke Pulau Jeju.



Tempat satu ini adalah salah satu wisata Pulau Jeju yang sangat populer dan menjadi  pilihan yang tepat jika kamu berkunjung di bandar bola. Sabangsan ini adalah kubah lava yang berdiri 1300 kaki atau sekitar 395 meter di atas permukaan tanah. Tempat ini pun dihiasi dengan beberapa candi cantik yang berada dibawahnya dan yang paling menarik diantara semua adalah Sambang Temple Grotto yang merupakan sebuah gua yang bisa kita temukan setelah mendaki selama 15 menit dari candi yang berada di bawah. Di tempat ini, kamu akan menemukan gua yang indah yang di dalamnya terdapat patung budha serta beberapa kolam yang berisi air murni. Selain itu dengan berjalan selama 10 menit menuruni bukit kamu akan menemukan Pantai Yongmeori di bawah tempat ini. Dengan menelusuri jalur pesisir pantai ini kamu akan menemukan bentuk-bentuk batuan menyerupai karya Dr. Seuss. Selain itu kamu pun dapat bertemu dengan beberapa haenyo, para penyelam wanita terkenal di Pulau Jeju.

#bahasa Indonesia,   #pantai Yongmeori,  

Thursday, March 31, 2016

Patung kakek, Pulau Jeju


Patung Kakek (dolharubang) adalah patung falik besar yang hampir mirip dengan patung moai di Pulau Paskah. Terdapat 45 patung serupa di Pulau Jeju. Batu-batu itu tetap menjadi simbol dari budaya kuno yang berhubungan dengan dewa dan legenda.

Jeju sangat bangga dengan angin, batu dan perempuan-perempuan mereka. Bebatuan di sini unik karena terbentuk dari muntahan lahar. Sekitar 90% dari permukaan batunya adalah jenis basalt.




Tembok batu ini melindungi lapangan terbuka dari badai. Sekitar tahun 1750, untuk menakut-nakuti para penyerang, tukang batu mulai memahat “patung kakek” (dolharubang) yang menyeramkan. Patung ini berbentuk phallus yang mirip dengan patung-patung di Easter Island.
Ada 45 patung yang masih berdiri — tapi jangan tertiru dengan yang replika. Batu-batu ini adalah simbol budaya kuno yang unik tentang dewa-dewa dan legenda rakyat.
Tengok patung-patungnya di sekeliling pulau dan cari tahu lebih lanjut di Jeju Stone Park.


Ciri khas Jeju terletak pada dua hal, yaitu rerumputan dengan bunga rapeseed dan dol hareubang – patung berbentuk jamur raksasa yang tersebar di seluruh pulau. Di tahun 1750-an, bebatuan vulkanik yang tersebar di pulau ini digunakan untuk menakuti-nakuti penyusup. Tukang batu mengukirnya sedemikian rupa sehingga mirip kakek tua dengan bentuk mata menonjol  tanpa pupil, hidung yang panjang dan lebar, serta senyum tipis. Topi pada puncak patung inilah yang membuatnya terlihat seperti jamur raksasa. Patung ini, meski yang asli hanyatersisa kurang dari 50 buah, hingga kini masih dianggap sebagai dewa yang memberikan perlindungan dari roh jahat dan turis dapat menikmatinya di Jeju Stone Park.



#Pulau Jeju, #Patung kakek#bahasa Indonesia,