Showing posts with label bahasa indonesia. Show all posts
Showing posts with label bahasa indonesia. Show all posts

Monday, April 4, 2016

pasar tradisional - Pulau Jeju - Korea Selatan

1. pasar tradisional  seogwipo maeil olle 



Pasar terbaik di pulau itu, Seogwipo Olle, pasar tersebut didirikan pada 1960 dan memiliki lebih dari 200 toko yang menjual segala sesuatu dari ikan yang baru ditangkap sampai pakaian kasual.

Pengunjung hampir sebagian besar adalah penduduk setempat pulau dan pasar ini juga cocok untuk dijadikan kunjungan wisata. Tawar-menawar kadang dapat mengundang perdebatan yang cukup seru dengan pedagang lokal, tapi setidaknya mereka akan menambahkan lebih dari apa yang akan Anda bayar.

Dalam upaya untuk membuatnya lebih ramah pengunjung, pemerintah memperkenalkan aliran buatan yang berjalan di tengah jalan, dan juga dibangun atap di seluruh pasar untuk antisipasi saat turun hujan.

Bagian yang terbaik? Pasar terhubung ke Route 6 dari Jeju Olle Course, rute mendaki yang indah yang mencakup wilayah dari pesisir sampai pusat kota. Berjalan-jalan turun ke pasar setelah anda mendaki untuk beberapa makanan ringan lokal yang lezat akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.


Pasar ini berada di jalan utama di Pulau Jeju yaitu di jalan Olle. Jalan Olle merupakan kawasan bisnis yang bagus untuk pasar tradisional ini. Pada tahun 1965 pasar Maeil Olle  dibuka setiap 5 hari sekali, lalu diubah menjadi pasar regular dengan nama Seogwipo Maeil Olle Market. Cepatnya pertumbuhan pasar di jalan Olle ini membuat jalan ini ramai oelh wisatawan asing.

 

•    Barang yang wajib dibeli:

Omaegitteok (kue beras kenyal berwarna hijau, diisi dengan pasta kacang merah, dan kemudian ditutup dengan kacang merah tumbuk), jeruk mandarin, makanan laut segar .

•    Tempat menarik disekitar pasar:

Galeri Lee Joong Seop, Cheonjiyeon Falls, Oedolgae Rock, Muara Soesokkak.

•    Transportasi:

Naik bus limusin # 600 dari Bandara Internasional Jeju → Turun di halte bus Seogwipo New Gyeongnam Hotel  waktu perjalanan: 1 jam 20 menit) dan berjalan 10 menit.




2. pasar tradisional  dongmun



Didirikan pada akhir 1970an, pasar Dongmun adalah pasar ikan terbesar di Jeju.Terletak dekat dengan bandara dan pusat transportasi utama kota Jeju, pasar ini dikenal sebagai jantung perdagangan pulau dan merupakan tempat yang tepat untuk mampir pada menit-menit terakhir pembelian sebelum meninggalkan pulau itu. Sebagian besar makanan laut untuk dijual adalah “Dang-il bari” (당일 바리), atau barang yang telah tertangkap pada hari itu, untuk memastikan kesegaran dalam kualitas dagangan. Pasar ini terletak di 20, Gwandeok-ro 14-gil, Jeju-si, Jeju-do .


Dalam episode kali ini, saya akan mengajak kalian menyusuri salah satu lokasi belanja murah di Jeju yaitu di pasar tradisional Dongmun yang menjual khusus hasil laut dan juga pertanian. Walaupun boleh dibilang pasar ikan, tapi sangat bersih dan tidak berbau. Penjualnya pun ramah-ramah.


Kalau kalian tidak ikut tur, kalian bisa menuju kesini dengan 3 metode yaitu:


Naik bus biasa No. 1, 2, 3, 5, 6, 7, or 17

Naik Express City Bus No. 10, 28, 36, 37, 87, 92, 100, or 500

turun di Dongmun Traditional Market Bus Stop (sekitar 20-min dari Jeju International Airport).

Naik taxi (cara paling mudah karena tinggal bilang nama lokasinya saja)

Menurut data dari KTO, ada sekitar 300 pedagang disini yang mengisi area seluas 17,299㎡. Kalian bisa menemui aneka macam ikan seperti ikan makarel, gurita (besar dan kecil), abalone, barakuda. Kemudian mereka juga menjual aneka buah-buahan termasuk jeruk Jeju yang terkenal itu berikut makanan olahan berbahan jeruk yang bisa dijadikan oleh-oleh. Saya sukses memborong beberapa cokelat yang berbahan jeruk, dan juga kaktus (yang begitu sampe hotel akhirnya berakhir masuk perut). Cari bumbu-bumbu khas Korea juga bisa disini dan juga ada aneka makanan seperti tteokpokki dan sundae, dan babi hitam jeju.




Berhubung hujan lumayan deras, jadi beberapa lapak sudah tutup sebelum waktunya dan saya hanya bisa ngiler liat aneka makanan yang berbahan ikan segar, dengan harga yang ngga bikin kantong bolong. Oyah, untuk penggemar fotografi, pasar ini fotogenik sekali loh tapi tetap minta ijin ya kalau mau berfoto dengan orang disana atau mengambil foto dagangan mereka. Perhatikan apakah ada larangan khusus yang dipasang oleh si pedagang.


Keliling dulu sebelum beli oleh-oleh dan bandingkan harganya dan di pasar ini boleh menawar tapi jangan afgan kalau gak mau diteriakin ama penjualnya.

bawalah payung sebelum hujan

kalau doyan sashimi, bisa beli disini. Tinggal celupin ke gojuchang dan siap disantap.




3.  pasar tradisional  Jeju five-day 


Pasar lima hari dapat ditemukan di hampir setiap kota di seluruh Korea, dan Jeju tidak terkecuali. Seperti yang lain di seluruh negeri, Jeju Minsok (yang berarti Cerita Rakyat) pasar lima hari diselenggarakan setiap lima hari dan merupakan pasar terbesar di pulau itu. Membawa setiap item dibayangkan, pasar memiliki luas sekitar 40.000 meter persegi dan merupakan rumah bagi 1.004 toko. Tidak seperti pasar lain, pasar ini memiliki area  yang ditujukan untuk nenek tua yang berusia lebih dari 65 tahun untuk menjual barang tanpa dikenakan biaya sewa.


#pasar_tradisional_Pulau_Jeju, #bahasa Indonesia

Sunday, April 3, 2016

pantai Yongmeori



Di Yongmeori yang berlekuk-lekuk akibat abrasi melalui retakan pada batuan, menghasilkan celah-celah batu yang eksotik.Tidak salah jika tempat ini dipilih sebagai salah satu lokasi film drama Korea ‘Danjeokbiyeonsu’ atau ‘Chuno’ yang mengharu biru penggemarnya di seluruh Asia Timur. Satu tempat lagi, Songaksan yang berada di selatan Yongmeori tetapi tidak sempat dikunjungi, merupakan tempat lokasi drama ‘Daejanggeum’ yang meledak dahsyat di televisi Indonesia, mengaduk-aduk perasaan penonton yang umumnya ibu-ibu.Wajar karena drama itu menceritakan tentang seorang wanita ahli obat istana yang terzholimi akibat intrik di istana hingga terbuang ke Pulau Jeju.



Tempat satu ini adalah salah satu wisata Pulau Jeju yang sangat populer dan menjadi  pilihan yang tepat jika kamu berkunjung di bandar bola. Sabangsan ini adalah kubah lava yang berdiri 1300 kaki atau sekitar 395 meter di atas permukaan tanah. Tempat ini pun dihiasi dengan beberapa candi cantik yang berada dibawahnya dan yang paling menarik diantara semua adalah Sambang Temple Grotto yang merupakan sebuah gua yang bisa kita temukan setelah mendaki selama 15 menit dari candi yang berada di bawah. Di tempat ini, kamu akan menemukan gua yang indah yang di dalamnya terdapat patung budha serta beberapa kolam yang berisi air murni. Selain itu dengan berjalan selama 10 menit menuruni bukit kamu akan menemukan Pantai Yongmeori di bawah tempat ini. Dengan menelusuri jalur pesisir pantai ini kamu akan menemukan bentuk-bentuk batuan menyerupai karya Dr. Seuss. Selain itu kamu pun dapat bertemu dengan beberapa haenyo, para penyelam wanita terkenal di Pulau Jeju.

#bahasa Indonesia,   #pantai Yongmeori,  

Friday, April 1, 2016

Pulau Jeju Olle Trails


Olle Trails, Keindahan Seluruh Pulau Jeju dari Jalan Setapak


Jeju Island memiliki lebih dari dua puluh jalan setapak yang disebut dengan Olle Trails. Sebuah jalan setapak dengan rute-rute yang ditandai oleh anak panah, patung, atau label berwarna, membawa anda ke tempat-tempat terindah di pulau Jeju.



Berjalan kaki di Olle Trails dapat menjadi sebuah pengalaman yang menarik dalam liburan anda, sambil menikmati alam pegunungan pulau Jeju, pemandangan pantai yang indah, hingga bersapa dengan para penduduk lokal disana. Perjalanan anda di Pulau Jeju akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

#Pulau_Jeju_Olle_Trails, #bahasa Indonesia, #palau Jeju

Thursday, March 31, 2016

Patung kakek, Pulau Jeju


Patung Kakek (dolharubang) adalah patung falik besar yang hampir mirip dengan patung moai di Pulau Paskah. Terdapat 45 patung serupa di Pulau Jeju. Batu-batu itu tetap menjadi simbol dari budaya kuno yang berhubungan dengan dewa dan legenda.

Jeju sangat bangga dengan angin, batu dan perempuan-perempuan mereka. Bebatuan di sini unik karena terbentuk dari muntahan lahar. Sekitar 90% dari permukaan batunya adalah jenis basalt.




Tembok batu ini melindungi lapangan terbuka dari badai. Sekitar tahun 1750, untuk menakut-nakuti para penyerang, tukang batu mulai memahat “patung kakek” (dolharubang) yang menyeramkan. Patung ini berbentuk phallus yang mirip dengan patung-patung di Easter Island.
Ada 45 patung yang masih berdiri — tapi jangan tertiru dengan yang replika. Batu-batu ini adalah simbol budaya kuno yang unik tentang dewa-dewa dan legenda rakyat.
Tengok patung-patungnya di sekeliling pulau dan cari tahu lebih lanjut di Jeju Stone Park.


Ciri khas Jeju terletak pada dua hal, yaitu rerumputan dengan bunga rapeseed dan dol hareubang – patung berbentuk jamur raksasa yang tersebar di seluruh pulau. Di tahun 1750-an, bebatuan vulkanik yang tersebar di pulau ini digunakan untuk menakuti-nakuti penyusup. Tukang batu mengukirnya sedemikian rupa sehingga mirip kakek tua dengan bentuk mata menonjol  tanpa pupil, hidung yang panjang dan lebar, serta senyum tipis. Topi pada puncak patung inilah yang membuatnya terlihat seperti jamur raksasa. Patung ini, meski yang asli hanyatersisa kurang dari 50 buah, hingga kini masih dianggap sebagai dewa yang memberikan perlindungan dari roh jahat dan turis dapat menikmatinya di Jeju Stone Park.



#Pulau Jeju, #Patung kakek#bahasa Indonesia, 

Air Terjun Cheonjiyeon



Air terjun Cheonjiyeon adalah salah satu air terjun terindah di Pulau Jeju. Cheonjiyeon berarti ‘penghubung langit dan daratan’. Air terjun ini mempunyai tinggi 22 meter dan lebar 12 meter. Satu hal yang menarik adalah pemandangan di mana air yang terjun ke bawah terpecah menjadi beberapa arus yang lebih kecil, yang kemudian jatuh ke atas tebing-tebing batu yang muncul pada dinding tebing, yang membuat seolah-olah air mengalir lebih lambat. Sesudah itu air jatuh ke sebuah kolam buatan di bawahnya dengan kedalaman 20 meter. Kolam ini adalah habitat alami dari ikan-ikan lele. Kolam ini dijadikan sebagai monumen alami. Di depan air terjun terdapat batu gunung yang sangat besar yang membentuk jembatan, di mana para wisatawan dapat berpose dan mengambil gambar.
Untuk sampai di air terjun ini, para pengunjung harus bejalan di jalan kecil yang penuh dengan pemandangan indah di sekelilingnya. Di dekat pangkal jalan yang menuju ke air terjun, ada rakit tradisional yang menggambarkan budaya Korea. Rakit tersebut disebut-sebut dipergunakan untuk memperkenalkan budaya Korea ke Jepang.



Selama Anda menyusuri jalan setapak tersebut, Anda dapat melihat berbagai macam flora dan fauna. Kawasan ini adalah kawasan hutan tropis dengan total lebih dari 447 spesies, 1 subspesies, 32 variable spesies, 5 varietas, dan 2 spesies tanaman pertanian yang hidup di sana. Semua tercakup dalam 324 genus dari 123 familia. Jadi mata Anda akan dimanjakan dengan berbagai jenis tanaman yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya. Suasana yang tenang sepanjang perjalanan akan bertambah sahdu dengan suara gemericik air yang mengalir dari air terjun di samping jalan, sepanjang perjalanan. Dan Anda tidak akan terganggu oleh mereka yang kembali dari air terjun, karena jalan yang digunakan dibuat terpisah.




Pada malam hari, air terjun ini dihiasi dengan lampu warna-warni yang indah. Pemandangan ini membuat suasana semakin romantis. Tidak mengherankan jika pada malam hari banyak sekali pasangan muda-mudi yang mengunjungi tempat ini.
Anda dapat mengunjungi air terjun ini setiap hari sepanjang tahun, mulai dari pukul 07.00 sampai pukul 23.00. Untuk jam batas masuk air terjun ini adalah pukul 22.30.
Apabila Anda ingin mengunjungi tempat ini, Anda dapat menggunakan bis 516 yang menuju Seoguipo. Turun pada perhentian terakhir dan kemudian naik taksi ke arah air terjun Cheonjiyeon.
Untuk orang dewasa, dikenakan biaya masuk Rp 16.000,00 dan untuk anak-anak Rp 8.000,00. Apabila Anda masuk bersama rombongan lebih dari 10 orang, untuk orang dewasa dikenakan Rp 13.000,00 dan anak-anak Rp 6.500,00. Untuk mereka yang lanjut usia tidak dikenakan biaya.


#Air Terjun Cheonjiyeon


Sunday, March 27, 2016

air terjun Jeongbang


Ketika mengunjungi tempat ini, mungkin Anda akan segera teringat dengan film-film kung fu, dimana para pendekar bersemedi di bawah derasnya air untuk mendapatkan pencerahan. Hal itu pulalah yang bisa Anda dapatkan ketika Anda mengunjungi air terjun ini. Dengan lebar kurucan air yang mencapat 8 meter pada waktu musim penghujan, Air terjun Jeongbang dapat memberikan Anda kesegaran baik bagi tubuh Anda maupun bagi pikiran Anda. Tempat ini sangat cocok untuk orang-orang yang sedang ingin menyegarkan diri dan pikiran setelah banyak pekerjaan berat yang harus dilakukan.



Menurut legenda setempat, di bawah air terjun ini, dulu hidup seekor naga suci di bawah air tempat air terjun tersebut jatuh. Roh naga tersebut kemudian tinggal di dalam air di air terjun tersebut, yang dapat menyembuhkan oran sakit dan menurunkan hujan di musim kering.



Legenda lain menyebutkan bahwa Kaisar Jin dari Cina (259-210 SM) pernah mengutus seorang hambanya yang bernama Seobul untuk mendapatkan ramuan ajaib yang dapat membuatnya abadi di Gunung Halla. Walaupun dia gagal untuk mendapatkan ramuan itu, dia sampai di Air terjun Jeongbang. Dalam perjalanannya meninggalkan tempat ini, dia menuliskan di sebuah batu Seobul Gwaji  yang artinya ”Seobul pernah ada di sini”, di tebing air terjun. Namun tulisan tersebut sekarang sudah tidak ada. Yang ada di dinding air terjun adalah sebuah prasasti yang bertuliskan Seobulgwacha yang berarti ”Perjalanan Seobul”.



Apabila Anda pergi kea rah timur sekitar 300 meter, Anda akan melihat sebuah air terjun yang lain yang disebut Air terjun Sojeongbang. Tempat ini sangat tepat untuk bersantai pada musim panas. Di atas tebing air terjun ada sebuah gardu pandang, di mana Anda dapat melihat pemandangan indah lautan dengan leluasa. Air terjun ini disebut-sebut mirip dengan seorang hamba yang sedang menjagai tuannya.
Tempat ini beroperasi pada pukul 08.00 sampai pukul 19.00 pada musim panas, dan hanya sampai pukul 18.00 pada musim dingin. Binatang peliharaan diperkenankan dibawa mengunjungi tempat ini hanya apabila menggunakan rantai pengaman. Dan diharapkan membawa kantong plastik untuk membuang kotoran binatang.

Untuk biaya masuknya adalah sebagai beriku.
Apabila masuk secara individu:
  • Dewasa           : Rp 16.500,00
  • Anak-anak       : Rp   8.000,00
Apabila masuk dalam kelompok (lebih dari 10 orang):
  • Dewasa           : Rp 13.000,00
  • Anak-anak       : Rp   5.000,00
Apabila Anda ingin mengunjungi tempat ini, dari Bandara Jeju, naik bis limosin dan turun di depan Paradise Hotel. Anda tinggal berjalan mengikuti petunjuk arah selama sekitar 5 menit.
Apabila Anda dari terminal bis antar kota Jeju, naik bis antar kota (Jungmungosok) menuju Seogwipo-si, dan turun di Stadion Piala Dunia Jeju. Waktu perjalanan sekitar 2 jam. Dari pemberhentian bis, naik taksi ke Air terjun Jeongbangpokpo. Waktu perjalanan sekitar 5 menit. 



#air terjin jeongbang, #bahasa Indonesia,

Friday, March 25, 2016

Bandar Udara Internasional Jeju

 

Bandar Udara Internasional Jeju (Hangul: 제주국제공항, Hanja: 濟州國際空港) Romanisasi revisi Bahasa Korea;Jeju Gukje GonghangMcCune-ReischauerCheju Kukche Konghang) (IATACJUICAORKPC) adalah bandar udara terbesar ke-3 di Korea Selata setelah Bandar Udara Gimpo di Seoul dan Bandar Udara Incheon diIncheon. Bandar udara ini berlokasi di kota Jeju. Bandar udara ini didirikan pada tahun 1968.








#Bandar Udara Internasional Jeju


Pokok Akar Som, Ginseng



Pokok Akar Som juga dikenali sebagai gingseng Cina sering kali digunakan dalam perubatan tradisional. Akarpokok ini dikatakan dapat membaiki pengaliran, meningkatkan sumber darah, mencergaskan dan membantu pemulihan daripada penyakit.
Di Indonesia terdapat juga tanaman yang secara morfologi dan kandungan kimianya sama dengan Ginseng Cina dan Korea iaitu Pokok Som Jawa (Talinum paniculatum Gaertn) dan Pokok Kolesom (Taalinum triangulare wild). Som Jawa dan Kolesom dikenali juga sebagai Ginseng Jawa. Di dalam perubatan tradisional ia dicampur menjadi menjadi pelbagai jenis ubat dan yang paling terkenal dalam bentuk campuran anggur. Kajian mengenai khasiat dan keberkesanannya telah dilakukan untuk menjadikan Som Jawa dan Kolesom sebagai Ginseng Indonesia.


Rénshēn ialah nama umum untuk beberapa tumbuhan yang dihargai untuk sifat perubatannya, tetapi nama tersebut paling biasa dikaitkan dengangenus Panax. Penggunaannya dapat dikesani dalam herba Cina dari sekitar tahun 600 Masihi; walaupun herba-herba ketika itu tidak wujud sepenuhnya, ia disebut dalam buku panduan kemudian, Bencao gangmu, oleh Li Shizhen. Pada masa awal itu, rénshēn (jelasnya Panax ginseng) merupakan barang perdagangan dan ufti yang diimport dari Manchuria ke China.  Dakwaan bahawa penggunaan ginseng oleh kaum Cina bermula sejak dari 3,000, 5,000, 7,000, atau 10,000 tahun dahulu kekadang dibuat, tetapi ia hanya merupakan sebuah tekaan pada keseluruhannya.
Ginseng Amerika, Panax quinquefolius, telah digunakan oleh orang asli Amerika Utara di kawasan-kawasan tengah dan timur sejak sekurang-kurangnya 290 tahun dahulu (mungkin jauh lebih lama, tetapi ini sekali lagi merupakan tekaan), dan dikenali khususnya oleh penutur-penuturbahasa-bahasa Iroquoian dan Algonquian.



Disebabkan Pokok Akar Som semakin kurang di Asia timur, penanamannya diperkembangkan di Korea pada sekitar tahun 1700, akan tetapi penanamannya terbukti tidak mudah. Panax quinquefolius mula dituai secara sistematik untuk eksport komersil ke China pada awal abad ke-18. Ini kemudian mengakibatkan kekurangan di Amerika Utara juga, dan penanaman komersil Panax quinquefolius diperkembangkan di Amerika Syarikat pada pertengahan abad ke-19.
Berbagai-bagai jenis ginseng umumnya dijual di kedai-kedai perubatan herba Cina dan Korea, serta pasar-pasar raya Cina/Korea, tetapi perinciannya harus dikaji dengan teliti kerana banyak tumbuhan lain juga dipanggil "ginseng" secara tipu.
Dalam perdagangan serius, Pokok Akar Som liar dari China, seperti 'Ginseng Liar Gunung Chang Bai', susah didapati dan dijual pada harga yang amat tinggi; jenis kedua termahal ialah Pokok Akar Som tanaman dari China dan Korea, diikuti oleh versi tanaman yang lebih murah dari IllinoisWisconsin, dan negeri-negeri lain.